Minggu, 15 Januari 2012

Biadab, Tentara AS Kencingi Mayat Anggota Taliban

Marinir AS sedang menyelidiki video yang menampilkan sejumlah anggota Marinir AS yang tampak sedang mengencingi mayat yang diduga adalah para milisi Taliban.
Dalam video berdursai kurang dari satu menit itu, tampak empat pria berseragam tentara yang terlihat celingak-celinguk sebelum mengencingi tiga mayat itu. Satu tentara tampak cekikian melihat aksi teman-temannya itu.

Soetrisno Bachir: Masuk Parpol Sama dengan Masuk Pusaran Jahiliyah

Ketua Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PKB PII), Soetrisno Bachir, mengatakan, masuk dalam partai politik ibarat masuk ke dalam pusaran jahiliyah.  Mantan ketua umum  DPP Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut, menegaskan, kondisi itu menjadi salah satu alasan bagi dirinya  memutuskan untuk back to basic.
“Saya akan fokus kembali mengurus bisnis.” ujar Soetrisno saat memberi sambutan dalam Musyawarah Wilayah IV PKB PII Jawa Barat di Bandung, Sabtu (14/1).

Ini Alasan Kenapa Alkohol Perlu Dilarang

Saat ini peredaran alkohol terbilang cukup bebas di masyarakat, padahal alkohol bisa memberikan dampak buruk bagi tubuh. Hal ini yang membuat peredaran alkohol sebaiknya dilarang.
Pemerintah melalui Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 1997 mengatur adanya tiga golongan minuman keras, yakni golongan A dengan kandungan alkohol 0-5 persen, B dengan alkohol 5-20 persen dan C dengan kandungan alkohol 20-55 persen. Hanya miras golongan A yang boleh beredar di masyarakat.
Namun Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2011 mencatat sebanyak 2,5 juta penduduk dunia meninggal akibat alkohol dan sekitar 9 persen dari kematian itu terjadi pada orang muda berusia 15-29 tahun.
Secara umum seseorang minum alkohol dengan berbagai alasan, misalnya menjaga hubungan baik dengan relasi, untuk menghangatkan badan saat musim dingin atau hujan, membuat rileks dan melupakan beban masalah yang dihadapinya.
“Buat sebagian anak muda, alkohol sebagai pelarian karena frustasi menghadapi masalah sehari-hari dan berharap bisa melupakan beban hidup sesaat, padahalsifatnya semu belaka,” ujar Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB sebagai dosen dan Spesialis Penyakit Dalam dari FKUI, seperti dikutip dari tulisan yang diterima detikHealth, Sabtu (14/1/2012).